
Seorang sahabat mengirimkan pesan melalui
facebook, mengilhami saya menulis artikel ini. Sahabat saya mengatakan
“... lagi pingin menata hati pak...dan lagi pingin belajar untuk bisa hening... “ Saya sempat menjawab untuk
“...Coba baca Bukan Cinta Biasa dan Hati Seluas Samudra .... “ Namun belakangan saya menyadari banyak sahabat yang tidak mudah menerapkan
Hati Seluas Samudra.Mengapa begitu... mengapa begini ….? Hehehehe. Pertama, banyak sahabat yang sebenarnya tidak menyadari atau belum mengetahui apakah hati itu sebenarnya ? Dan sekaligus jawaban pertanyaan tadi juga menjadi jawaban di manakah letak hati yang dimaksud dalam
Hati Seluas Samudra ?
Ketidak tahuan para sahabat yang menjadi penyebab banyak persoalan yang membutuhkan kekuatan
HATI tidak dapat mengatasi persoalannya.
Sang Maha Pencipta sudah menganugerahkan manusia banyak kekuatan dalam diri setiap manusia. Dua di antara kekuatan manusia adalah kekuatan
PIKIRAN ( yang bersumber pada otak atau pikiran manusia ) dan kekuatan
HATI ( yang bersumber pada
HATI yang akan saya bahas di tulisan ini ).
Jadi apakah hati dan di manakah letaknya ? Menurut
Erbe Sentanu, seorang Personal Transformation Coach dan Corporate Soul Consultant di banyak perusahaan besar, pada jaman dahulu para pakar Sumerian Assyrian menganggap manusia berpikir dan berperasaan dengan menggunakan organ hati (liver). Namun hal ini dibantah oleh Aristoteles yang beranggapan bahwa untuk berpikir dan berperasaan, manusia menggunakan jantung (heart).Kedua pendapat ini membawa pengikut masing-masing sehingga penggunaan istilah liver berkembang ke daerah Selatan, terutama Asia, dan heart berkembang ke Utara, khususnya di Eropa.Yang terjadi kemudian, penduduk belahan bumi selatan mengungkapkan perasaannya (“hatiku sangat senang”, sungguh menyesakkan hati” sambil menyentuh daerah hati atau liver, sementara penduduk belahan bumi utara menyentuh daerah jantung (“I love you with all my heart”, “My heart was broke”).Namun perkembangannya kemudian semakin rancu, terutama di negeri kita. Heart yang dimaksudkan sebagai jantung diterjemahkan menjadi 'hati'. Maka ketika mengatakan “kau selalu ada di dalam hatiku” (You are always in my heart), yang selalu kita raba adalah daerah jantung (di dada) bukan hati (di ulu hati).Pertanyaannya, betulkah (organ) hati yang merasakan ini? Betulkah (organ) hati yang berhubungan dengan otak ? Jawabnya: tidak. Jantunglah yang merasakan apa yang otak pikirkan. Ketika kita berpikir takut, jantunglah yang berdebar, bukan hati. Ketika pikiran Anda kacau atau stress (marah, cemas, dan sebagainya), maka pola irama jantung Anda menjadi tidak normal, dan bahkan bisa berakibat negatif pada kesehatan fisik Anda.Meski sebelumnya tak diketahui, para ahli ilmu saraf sudah menemukan bahwa ada lebih dari 40 ribu sel (neuron) di jantung. Ini menandakan bahwa jantung memiliki sistem saraf sendiri yang sering disebut “otak di dalam jantung”.Ilmu pengetahuan berhasil membuktikan bahwa kualitas elektromagnetik jantung 5000 kali lebih kuat daripada otak. Medan ini dapat diukur dengan magnetometer dengan jarak lebih dari 3 meter di luar badan fisik.WOW ! Hebat sekali bukan, dari apa yang disampaikan
Erbe Sentanu di atas kita memiliki kekuatan
HATI yang luar biasa di samping kekuatan
PIKIRAN (akan saya bahas terpisah di artikel mendatang).
Nah, berikutnya dengan medan kekuatan
HATI yang begitu luar biasa dengan apakah sahabat akan mengisi hati tersebut ?
Dengan hal-hal yang positif atau hal-hal yang negatif ? Para sahabat yang sering berdiskusi dengan saya tentunya sudah sepakat yang dimaksud hal-hal yang positif adalah hal-hal yang bermanfaat sebaliknya hal-hal yang negatif adalah hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan merugikan.
Bayangkan jika sahabat pembaca mengisi
HATI dengan hal-hal negatif sehingga kekuatan
HATI menimbulkan hal-hal yang tidak bermanfaat / merugikan sebesar 5000 kali lebih parah. Sebaliknya jika mengisi
HATI dengan hal-hal positif akan membawa manfaat sebesar 5000 kali lebih optimal.
Bila para sahabat mengisi PIKIRAN dengan 'syukur' misalnya, kekuatannya hanya 1 kali dibanding dengan para sahabat mengisi
HATI dengan 'syukur' maka kekuatannya mencapai 5000 kali lipat. WOW !
Seringkali ( atau tanpa disadari ) banyak orang berpikir tentang syukur sehingga akhirnya syukur yang dalam Law of Attration sangat powerful menjadi tidak berfungsi karena syukur tersebut hanya berdasarkan unsur hitung-hitungan ( untung ruginya bersyukur ). Berpikir sudah bersyukur tentu berbeda dengan "
perasaan bersyukur".
Namun bila syukur tersebut mengisi
HATI maka dapat dibayangkan betapa POWERFUL-nya kekuatan 5000 kali lipat yang ditimbulkan kekuatan
HATI tersebut.
Nah, bila
Sang Maha Pencipta yang sudah memberi manusia anugerah
HATI SELUAS SAMUDERA dan kita sudah mengisinya dengan hal-hal yang positif tentunya kekuatannya menjadi
ISTIMEWA dan
BERLIMPAH.
Apa saja hal-hal positif yang membuat
HATI menjadi
SUPREME POWER ? Hal-hal itu adalah
SYUKUR,
IKHLAS dan
CINTA KASIH.
Saatnya bagi para sahabat yang sudah berpikir tentang
SYUKUR,
IKHLAS dan
CINTA KASIH maka tiba saatnya sekarang untuk mengisi
HATI dengan penuh perasaan
SYUKUR,
IKHLAS dan
CINTA KASIH untuk kemudian membagikan kepada sesama dan lingkungan.
Dengan demikian hukum alam semesta akan mendukung langkah-langkah kita ( kata Profesor Yohanes Surya,
mestakung = semesta mendukung ) dan hukum tertinggi, HUKUM TUHAN akan berjalan memenuhi hidup kita semua.