Tampilkan postingan dengan label Untai Metafora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untai Metafora. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juli 2009

doa a-b-c .......


Suatu hari sudah petang seorang petani miskin pulang dari pasar, menyadari bahwa ia lupa membawa buku doanya. Roda gerobaknya terlepas tepat di tengah hutan, dan ia menyesal bahwa hari akan lewat tanpa bisa mengucapkan doanya.

Maka inilah doa yang dibuatnya: "Perbuatanku amat bodoh, ya Tuhan. Aku meninggalkan rumah pagi ini tanpa membawa buku doa. Dan ingatanku itu sedemikian rupa hingga doa satu pun tak dapat kukatakan tanpa buku. Maka inilah yang hendak kukatakan: Aku akan mengucapkan a-b-c ... lima kali pelan-pelan dan Engkau, yang mengetahui semua doa, bisa mengatur huruf-hurufnya, untuk membentuk doa, yang tak dapat kuingat."
Dan Tuhan berkata kepada kepada para malaikat-Nya: "Dari segala doa yang Aku dengar hari ini, satu ini niscaya yang paling baik, karena datang dari hati yang sederhana dan jujur."

sumber : Doa Sang Katak 1, Anthony de Mello

Tiga permohonan ampun kepada Tuhan !


Doa seorang penyembah kepada Dewa Wishnu :

"Tuhan, aku mohon ampun untuk tiga dosa besar. Aku pergi berziarah mengunjungi banyak kuil-kuilmu, lupa akan kehadiranmu di mana saja; kedua, aku begitu kerap berseru kepadamu minta tolong, dan lupa bahwa engkau lebih dari aku memperhatikan kesejahteraanku, dan akhirnya, di sini aku mohon pengampunan, sedang aku tahu bahwa dosa-dosa kami sudah diampuni, sebelum kami melakukannya."

sumber : Doa Sang Katak - 1, Anthonny de Mello

Senin, 22 Juni 2009

Kekuatan HATI – Seni Menata Hati


Seorang sahabat mengirimkan pesan melalui facebook, mengilhami saya menulis artikel ini. Sahabat saya mengatakan “... lagi pingin menata hati pak...dan lagi pingin belajar untuk bisa hening... “

Saya sempat menjawab untuk “...Coba baca Bukan Cinta Biasa dan Hati Seluas Samudra .... “ Namun belakangan saya menyadari banyak sahabat yang tidak mudah menerapkan Hati Seluas Samudra.

Mengapa begitu... mengapa begini ….? Hehehehe. Pertama, banyak sahabat yang sebenarnya tidak menyadari atau belum mengetahui apakah hati itu sebenarnya ? Dan sekaligus jawaban pertanyaan tadi juga menjadi jawaban di manakah letak hati yang dimaksud dalam Hati Seluas Samudra ?

Ketidak tahuan para sahabat yang menjadi penyebab banyak persoalan yang membutuhkan kekuatan HATI tidak dapat mengatasi persoalannya. Sang Maha Pencipta sudah menganugerahkan manusia banyak kekuatan dalam diri setiap manusia. Dua di antara kekuatan manusia adalah kekuatan PIKIRAN ( yang bersumber pada otak atau pikiran manusia ) dan kekuatan HATI ( yang bersumber pada HATI yang akan saya bahas di tulisan ini ).

Jadi apakah hati dan di manakah letaknya ? Menurut Erbe Sentanu, seorang Personal Transformation Coach dan Corporate Soul Consultant di banyak perusahaan besar, pada jaman dahulu para pakar Sumerian Assyrian menganggap manusia berpikir dan berperasaan dengan menggunakan organ hati (liver). Namun hal ini dibantah oleh Aristoteles yang beranggapan bahwa untuk berpikir dan berperasaan, manusia menggunakan jantung (heart).

Kedua pendapat ini membawa pengikut masing-masing sehingga penggunaan istilah liver berkembang ke daerah Selatan, terutama Asia, dan heart berkembang ke Utara, khususnya di Eropa.

Yang terjadi kemudian, penduduk belahan bumi selatan mengungkapkan perasaannya (“hatiku sangat senang”, sungguh menyesakkan hati” sambil menyentuh daerah hati atau liver, sementara penduduk belahan bumi utara menyentuh daerah jantung (“I love you with all my heart”, “My heart was broke”).

Namun perkembangannya kemudian semakin rancu, terutama di negeri kita. Heart yang dimaksudkan sebagai jantung diterjemahkan menjadi 'hati'. Maka ketika mengatakan “kau selalu ada di dalam hatiku” (You are always in my heart), yang selalu kita raba adalah daerah jantung (di dada) bukan hati (di ulu hati).

Pertanyaannya, betulkah (organ) hati yang merasakan ini? Betulkah (organ) hati yang berhubungan dengan otak ? Jawabnya: tidak. Jantunglah yang merasakan apa yang otak pikirkan. Ketika kita berpikir takut, jantunglah yang berdebar, bukan hati. Ketika pikiran Anda kacau atau stress (marah, cemas, dan sebagainya), maka pola irama jantung Anda menjadi tidak normal, dan bahkan bisa berakibat negatif pada kesehatan fisik Anda.

Meski sebelumnya tak diketahui, para ahli ilmu saraf sudah menemukan bahwa ada lebih dari 40 ribu sel (neuron) di jantung. Ini menandakan bahwa jantung memiliki sistem saraf sendiri yang sering disebut “otak di dalam jantung”.

Ilmu pengetahuan berhasil membuktikan bahwa kualitas elektromagnetik jantung 5000 kali lebih kuat daripada otak. Medan ini dapat diukur dengan magnetometer dengan jarak lebih dari 3 meter di luar badan fisik.

WOW ! Hebat sekali bukan, dari apa yang disampaikan Erbe Sentanu di atas kita memiliki kekuatan HATI yang luar biasa di samping kekuatan PIKIRAN (akan saya bahas terpisah di artikel mendatang).

Nah, berikutnya dengan medan kekuatan HATI yang begitu luar biasa dengan apakah sahabat akan mengisi hati tersebut ?

Dengan hal-hal yang positif atau hal-hal yang negatif ? Para sahabat yang sering berdiskusi dengan saya tentunya sudah sepakat yang dimaksud hal-hal yang positif adalah hal-hal yang bermanfaat sebaliknya hal-hal yang negatif adalah hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan merugikan.

Bayangkan jika sahabat pembaca mengisi HATI dengan hal-hal negatif sehingga kekuatan HATI menimbulkan hal-hal yang tidak bermanfaat / merugikan sebesar 5000 kali lebih parah. Sebaliknya jika mengisi HATI dengan hal-hal positif akan membawa manfaat sebesar 5000 kali lebih optimal.

Bila para sahabat mengisi PIKIRAN dengan 'syukur' misalnya, kekuatannya hanya 1 kali dibanding dengan para sahabat mengisi HATI dengan 'syukur' maka kekuatannya mencapai 5000 kali lipat. WOW !

Seringkali ( atau tanpa disadari ) banyak orang berpikir tentang syukur sehingga akhirnya syukur yang dalam Law of Attration sangat powerful menjadi tidak berfungsi karena syukur tersebut hanya berdasarkan unsur hitung-hitungan ( untung ruginya bersyukur ). Berpikir sudah bersyukur tentu berbeda dengan "perasaan bersyukur".

Namun bila syukur tersebut mengisi HATI maka dapat dibayangkan betapa POWERFUL-nya kekuatan 5000 kali lipat yang ditimbulkan kekuatan HATI tersebut.

Nah, bila Sang Maha Pencipta yang sudah memberi manusia anugerah HATI SELUAS SAMUDERA dan kita sudah mengisinya dengan hal-hal yang positif tentunya kekuatannya menjadi ISTIMEWA dan BERLIMPAH.

Apa saja hal-hal positif yang membuat HATI menjadi SUPREME POWER ? Hal-hal itu adalah SYUKUR, IKHLAS dan CINTA KASIH.

Saatnya bagi para sahabat yang sudah berpikir tentang SYUKUR, IKHLAS dan CINTA KASIH maka tiba saatnya sekarang untuk mengisi HATI dengan penuh perasaan SYUKUR, IKHLAS dan CINTA KASIH untuk kemudian membagikan kepada sesama dan lingkungan.

Dengan demikian hukum alam semesta akan mendukung langkah-langkah kita ( kata Profesor Yohanes Surya, mestakung = semesta mendukung ) dan hukum tertinggi, HUKUM TUHAN akan berjalan memenuhi hidup kita semua.

Rabu, 10 Juni 2009

Cerita Kehidupan tentang wortel, telur dan KOPI !


Selama melangkahkan kaki dari perusahaan yang satu ke perusahaan yang lain, saya memang menemukan banyak hal. Salah satunya adalah respon karyawan menghadapi kondisi hidupnya entah itu di keluarga, lingkungan masyarakat dan pekerjaannya sendiri. Kadang mereka menamakan kondisi yang mereka hadapi sebagai kesulitan dan penderitaan.

Respon karyawan tersebut dapat ditemui tidak peduli skala perusahaannya. Entah itu perusahaan kecil, perusahaan menengah, perusahaan besar dan perusahaan multinasional sekalipun.

Respon tersebut tidak bergantung pada pendidikan dan pengalaman mereka. Pun tidak mengenal jabatan dan strata sosial kehidupan mereka. Mereka memilih caranya masing-masing dalam merespon kondisi yang mereka hadapi.

Ada yang menghadapinya dengan kekakuan dan kekerasan. Ada yang menghadapinya dengan kelemahan dan kelembutan. Ada juga dengan apa adanya.

Respon tersebut mengingatkan saya cerita tentang wortel, telur dan kopi. Para pembaca tentu pernah membaca dan masih ingat ceritanya.

Wortel, telur dan kopi sama-sama dimasak dalam kesulitan dan penderitaan hidup.

Wortel mewakili mereka yang kuat, kaku atau keras.

Telur mewakili mereka yang lemah atau lemah lembut.

Kopi mewakili mereka yang apa adanya.

Setelah melalui dimasak dalam proses kehidupan :

Wortel justru menjadi lunak, lemah dan kehilangan kekuatannya.

Telur berubah menjadi hatinya mengeras, kaku dan tertutup.

Sedangkan KOPI justru memberi warna, rasa dan aroma wangi serta kenikmatan bagi lingkungannya.

Rabu, 03 Juni 2009

Dinosaurus versus Kecoa !


Dulu sewaktu mengikuti training Personal Power, Pak Wi bertanya tentang " Antara dinosaurus dan kecoa, mana yang berumur paling tua ? "

Saya berasumsi karena dinosaurus adalah binatang purba maka yang paling tua diantara keduanya adalah dinosaurus.

Namun ternyata asumsi tersebut salah. Kecoa adalah binatang yang lebih tua dari dinosaurus. Kecoa sudah ada 55 juta tahun sebelum dinosaurus. Foto di atas adalah fosil kecoa dengan nama Arthopleura Pustulatus.

Panjangnya 9 cm lebih panjang dari kecoa saat ini. Kecoa hidup sejak zaman Carboniferous, 290 juta sampai 350 juta tahun lalu. ( http://cegahsatwapunah08.blogspot.com/ ) Luar biasa !

Mengapa kecoa yang lebih dahulu tercipta dapat hidup sampai jaman sekarang dibandingkan dengan dinosaurus yang tercipta belakangan namun sudah PUNAH ?

Dinosaurus adalah binatang yang buas dan KAKU. Hidupnya dengan memangsa apapun yang bisa dimakan, dengan badannya yang besar dan bertenaga sanggup menghancurkan apapun yang ada di depannya. Dinosaurus punah karena gagal BERADAPTASI dan FLEXIBEL dengan lingkungannya. Namun, .....

Kecoa mampu bertahan dari KEPUNAHAN karena kemampuan ADAPTASI, FLEXIBEL dan EKOLOGIS dengan lingkungannya. Sahabat dapat melihat kemampuan ekologis kecoa modern yang bisa kita temui dari tempat yang paling kotor sampai tempat yang paling hygienis seperti di hotel berbintang 5 sekalipun.

Bahkan yang lebih LUAR BIASA, kecoa membawa berkah bagi manusia. Bagaimana bisa ? Kecoa menjadi sukses bagi sekelompok ilmuwan di India yang sedang mengembangkan tekhnologi jantung buatan.

Dengan menggunakan jantung kecoak sebagai model, sebuah prototype yang dihasilkan mampu memberikan sebuah jantung buatan yang lebih murah dan lebih bisa diandalkan untuk dicangkok dibanding dengan jantung buatan yang sekarang ada.

Kunci utama jantung buatan tersebut berkaitan dengan sistem pernafasan kecoak yang sangat unik. Kecoak memiliki 13 bilik pemompa darah, sedang manusia hanya memiliki 4.

Jika sebuah bilik jantung manusia mengalami kegagalan(tidak mampu memompa) maka dia akan mendapatkan serangan jantung yang sangat fatal, tapi dengan jantung yang memiliki 13 bilik ini, jantung akan tetap mampu memompa meskipun 1 bilik mengalami kerusakan. ( info dari http://apakabardunia.com )

Sahabat boleh mencontoh kemampuan kecoa yang mampu ADAPTASI, FLEKSIBEL dan EKOLOGIS sehingga dapat menghindari kepunahan dan mengembangkan diri dalam kehidupan sekaligus menjadi ANUGERAH bagi siapapun.

Minggu, 10 Mei 2009

HERITAGE



Tulisan di batu nisan JALALUDDIN AR-RUMI :


" Ketika kita mati, jangan cari pusara kita di bumi, tetapi carilah di hati manusia. "

DIA TIDAK DI TEMPAT LAIN karya JALALUDDIN AR-RUMI


Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.

Dia tidak di Salib.

Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.

Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.

Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah,

dan ke Kandahar Aku memandang.

Dia tidak di dataran tinggi

maupun dataran rendah. Dengan tegas,

aku pergi ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).

Di sana cuma ada tempat tinggal

(legenda) burung Anqa.

Aku pergi ke Ka'bah di Mekkah.

Dia tidak ada di sana.

Aku menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosuf

Dia ada di luar jangkauan Avicenna ...

Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.

Di situlah, tempatnya, aku melihat diriNya.

Dia tidak di tempat lain.


Kamis, 07 Mei 2009

AKU ADALAH KEHIDUPAN KEKASIHKU - karya JALALUDDIN AR-RUMI


Apa yang dapat aku lakukan, wahai ummat Muslim?

Aku tidak mengetahui diriku sendiri.

Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,

bukan Majusi, bukan Islam.

Bukan dari Timur, maupun Barat.

Bukan dari darat, maupun laut.

Bukan dari Sumber Alam,

bukan dari surga yang berputar,

Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;

Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;

Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;

Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;

Bukan dari dunia kini atau akan datang:

surga atau neraka;

Bukan dari Adam, Hawa,

taman Surgawi atau Firdaus;

Tempatku tidak bertempat,

jejakku tidak berjejak.

Baik raga maupun jiwaku: semuanya

adalah kehidupan Kekasihku ...

Rabu, 06 Mei 2009

STEAK BABI atau KENTANG GOSONG ? ? ? ? ?


Mas Pri salah satu tim saya di kantor yang dulu, hari ini mengirimkan cerita mengenai "steak babi ". Kuatir Mas Pri terkena sindrom "steak babi" saya sharing-kan satu cerita setelahnya, berjudul "kentang gosong".

Pilihan ada ditangan Anda, mau menjadi "steak babi" atau "kentang gosong".



STEAK BABI

Adalah seekor babi yang serba bisa di sebuah peternakan. Setiap pagi babi itu mengikuti ayam jantan berkokok untuk membangunkan majikannya. Dia belajar kaya kucing untuk menangkap tikus yang suka merusak. (kata kucing," untung aku bukan tikus itu")

Binatang2 yang laen bertanya ama si Babi, kenapa dia begitu "kaypo", ikut campur dalam banyak hal.

(si Babi bilang: " Kalian ini binatang2 bodoh, kalo ga banyak kemampuan gimana bisa tetap bertahan di masyarakat di zaman sekarang ini?"

Tetapi satu hari, si Majikan datang dan babi tersebut ditangkapnya dan mau dipersiapkan untuk disembelih. Tetapi babi itu rasa2nya tidak percaya. Dan babi itupun akhirnya bertanya kepada majikannya, " Aku begitu banyak kemampuan, dan sudah banyak membantumu dalam banyak hal, kenapa Engkau mau menyembelihku?"

Majikan tersebut cuma menjawab, " Ga ada alasan khusus, aku cuma pengen makan steak babi"
Majikan hanya melihat dari apa yang seharusnya anda lakukan, bukan dari apa yang bisa Anda lakukan.

(Kalo bos lagi mau “sembelih” orang, kapan aja bisa dan siapa aja bisa jadi “korban”. Jadi cukup lakukan apa saja yang seharusnya Anda lakukan, karena semua itu bisa jadi ga dihargai bos)




KENTANG GOSONG

Ada seorang pakar wine ( minuman beraroma anggur ) mengatakan bahwa ada saatnya kita mencicipi wine yang kurang bermutu. Luangkan diri untuk menenggak wine kelas dua, ujarnya. Cicipi dan rasakan yang lebih buruk. Dengan melakukan hal ini, katanya kita akan sungguh-sungguh merasakan perbedaannya ketika disajikan wine yang benar-benar bermutu.

Kita mungkin kerap mendengar banyak terapis menceritakan kisah "kentang gosong" yang merupakan perumpamaan buat orang-orang yang SELALU memberi diri mereka sendiri makanan kelas dua dan TIDAK PERNAH merasakan makanan yang benar-benar kualitas kelas atas. Kiasan ini mengacu pada kejadian saat koki restoran memanggang kentang terlalu lama serta membuatnya gosong dan bagian yang gosong inilah yang disimpan untuk dia makan.

Kelompok orang yang mengidap "sindroma kentang gosong" tidak pernah mengambil potongan kentang terbaik untuk diri mereka sendiri. Tidak juga membaginya pada orang lain. "Bila ada orang yang pantas memperoleh kentang gosong, akulah orang yang paling tepat," pikir mereka.

Sindroma kentang gosong adalah analogi bagi seseorang yang selalu memperlakukan diri mereka sendiri pada posisi yang lebih rendah daripada orang lain, posisi kedua. Dari sudut pandang lain, sindroma ini juga mempresentasikan cara kita memperlakukan diri sendiri.

Meskipun tidak ada cara menenggak satu sloki wine atau mengunyah kentang yang "benar", karena pilihan kita yang berlainanlah yang membuat kita unik dan khas sebagai individu, namun barangkali ada cara-cara yang "lebih baik" dalam menentukan pilihan. Cara yang lebih menunjukkan rasa peduli serta sayang pada diri sendiri dan pada saat yang sama tidak menyakiti atau mengambil hak orang lain.

Kembali pada kisah sang ahli wine yang menyarankan bahwa sekali-kali orang harus mencicipi wine kelas dua agar bisa merasakan nikmatnya wine kelas satu, akhirnya ia menyadari kekeliruannya. Ia sadar bahwa hidupnya di dunia terbatas. Ia menghitung bahwa dalam sisa hidupnya ia hanya bisa menenggak 5000 sloki wine lagi, makan 3000 potong kentang lagi dan bercinta sebanyak 2000 kali lagi.

Atas pertimbangan itulah, kebiasaannya kini berubah. Katanya : "MULAI HARI INI, AKU BERHAK MENDAPATKAN YANG TERBAIK UNTUK DIRIKU."

Pengembaraan Jauh Mencari Ilmu Pamungkas Bernama NLP !


Saat saya menulis ini di kalender menunjukkan tanggal 06 Mei 2009 hari Rabu. Di ruang kantor, sembari menikmati istirahat mendengarkan lagu Tornero yang mendayu-dayu, tiba-tiba muncul ide untuk menuliskan artikel ini.

Saat menuliskan artikel ini belum ada satu sertifikasi NLP pun yang saya punya. Saya pernah mengikuti program parsial mengenai NLP. Seingat saya ada 3 program yang saya ikuti dari Bapak R. H. Wiwoho atau biasa dipanggil Pak Wi dengan Indo NLP-nya. Program tersebut adalah Personer Power ( 2007 ), Train the Trainer ( 2008 ) dan Mastering Hypnosis ( Ericksonian - 2009 ).

Syukur yang tak terhingga atas ketiga program yang pernah saya ikuti, saya panjatkan kepada Tuhan, Sang Maha Pencipta. Mengapa saya bersyukur ? Cerita saya selanjutnya akan menjelaskan semuanya.

Kalau saya ingat-ingat, saya mulai mendengar NLP seputaran tahun 2004. Tahun tersebut Tung Desem Waringin sedang ‘booming’ di Indonesia. Seringnya TDW menyebutkan Anthony Robbins sebagai gurunya, membawa saya mengenal buku Unlimitted Power dan Awaken the Giant Within.

Sewaktu menyempatkan diri ke toko buku dan membolak-balik buku Awaken the Giant Within tidak membuat saya tertarik bahkan agak kesulitan mengerti isinya. Entah dari buku TDW atau buku Anthony Robbins yang membuat ‘NLP’ tetap tertanam di pikiran saya. Sempat mengikuti kelas free preview-nya TDW di Hotel Sahid di tahun 2005.

Betapa ‘powerful’-nya ilmu yang dipromosikan TDW saat itu tidak mampu menggerakkan langkah saya untuk mempelajarinya lebih jauh dari TDW karena terbatasnya keuangan saya waktu itu karena lebih memikirkan prioritas lain. Namun ‘NLP’ semakin tertanam dalam di pikiran saya.

Tindakan yang bisa lakukan adalah mencari refensi lain tentang ‘NLP’ ( yang murah ? ? ? ? ? ? ). Pengembaraan selanjutnya membawa saya menemukan buku Reframing dan ProFil karya Bapak R. H. Wiwoho.

Di tahun 2005 pertemuan tersebut mengantar saya mengenal IndoNLP, lembaga training milik Pak Wi yang memberikan edukasi tentang NLP. Informasi mengenai biaya training tersebut membuat saya kembali bersedih karena keuangan saya lebih banyak menopang keluarga dan adik yang masih kuliah tidak memungkinkan saya mampu untuk ikut training NLP dengan biaya pribadi.

Mengajukan ke kantor ? Saat itu saya bekerja di perusahaan yang berprinsip karyawan dibayar untuk bekerja bukan untuk mendapat training. Keinginan yang besar untuk belajar NLP hanya menjadi mimpi. Namun mimpi itu tetap saya simpan sampai terwujud suatu hari.

Suatu hari itu tiba dua tahun kemudian ketika saya pindah perusahaan dengan konsep manajemen yang sudah maju. Harapan saya muncul dan bersinar kembali rasanya bahwa mimpi saya akan terwujud. Perusahaan tempat saya bekerja seperti perusahaan lain dengan manajemen yang baik mempunyai budget training untuk karyawannya.

Kesempatan tersebut tidak mungkin saya lewatkan sehingga di tahun 2007 saya mendapat persetujuan mengikuti Personal Power atas biaya training dari perusahaan. Setelah training ini, saya memiliki semangat baru dan mempunyai outcome untuk mendapatkan masa depan yang terbaik menurut saya.

Saya memiliki harapan untuk mendapatkan mengikuti training IndoNLP dari biaya perusahaan. Jujur saya belum mampu mengikuti training NLP atas biaya sendiri di masa ini. Walaupun IndoNLP sudah membuatkan modul sehingga biayanya tidak relatif besar karena program dilakukan langsung secara lengkap.

Beberapa lembaga training NLP belakangan saya ketahui mengadakan program sertifikasi NLP dengan waktu 7 hari sampai 10 hari. Dengan biaya yang tidak terbayangkan akan mampu saya ikuti saat itu, belasan juta.

Bukannya ingin sekedar memanfaatkan kesempatan dan fasilitas dari perusahaan karena setelah itu saya mulai mengikuti training terkait NLP yang lebih ekonomis dari TDW. Sempat mengikuti 3 kali seminarnya Pak Tung atas biaya pribadi. Demikian juga dengan tabungan yang ada mengikuti training Fundamental Hypnotherapy dan Advanced Hypnotherapy dari Pak Yan Nurindra.

Sampai pada masa ini, saya merasa belum menyatukan diri atau mengintergrasikan diri saya dengan ilmu NLP. Artikel yang saya baca dari tulisan Pak Rony F. Ronodirdjo, menggunakan metafora ‘ menemukan roh NLP’ adalah ungkapan yang tepat buat diri saya.

Saya memiliki harapan dapat mengikuti modul parsial IndoNLP seperti Train the Trainer, Managing with NLP karena secara moral saya dapat bertanggung jawab atas penggunaan fasilitas perusahaan. Mengembalikan biaya training perusahaan dengan mengaplikasikan training dalam pekerjaan sehari-hari dengan hasil yang terbaik.

Untuk Mastering Hypnosis dan sertifikasi saya tidak berani berharap. Sampai akhirnya dengan menyesuaikan prioritas pekerjaan dengan training yang diambil, saya mendapat kesempatan training Train the Trainer dan yang tidak disangka-sangka : Mastering Hypnosis.

Pada masa ini saya merasa mendapat anugerah yang begitu istimewa dari Sang Pencipta. Masa di mana sebelumnya saya hanya berani bermimpi akan mengikuti sertifikasi NLP Practitioner. Itu pun di pikiran saya yang memungkinkan paling, satu sertikasi saja dari hanya satu lembaga NLP.


Keuangan saya di tahun 2009 ini memungkinkan saya mencadangkan dana untuk sertifikasi NLP. Namun untuk ukuran saya rasanya dana tersebut harus saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendapatkan salah satu sertikasi lembaga NLP yang ada.

Setelah mengkalibrasi dari semua lembaga NLP, pilihan saya ada dua antara IndoNLP dan Sinergy Lintas Batas. Dari pertimbangan akhir, saya memutuskan untuk memilih Sinergy Lintas Batas.

Sehari sebelum mengikuti training Mastering Hypnosis di IndoNLP, saya mengirim email kepada Bu Ida di Sinergy Lintas Batas dan comment di web-nya Pak Rony F. Ronodirdjo untuk minta informasi jadwal Licensed NLP Practitioner di Jakarta.

Paginya sampai sore saya mengikuti training Pak Wi dengan antusias. Malamnya saya sesampainya di rumah, saya membuka web Pak Rony dan Pak Rony menjawab akan diadakan setelah bulan puasa. Jawaban ini membuat saya berpikir untuk mengalihkan sertifikasi ke IndoNLP agar saya dapat melakukan langkah-langkah cepat lainnya untuk mewujudkan OUTCOME saya.

Saya mengambil brosur jadwal IndoNLP dan melihat jadwal sertifikasi akan diadakan bulan Juli 2009. Malam itu saya memutuskan untuk mengikuti sertifikasi dan akan mendaftar di IndoNLP.

Paginya di kantor IndoNLP saya langsung menemui Bu Yayuk untuk melakukan pendaftaran sertifikasi NLP Practitioner. Namun apa yang saya dapat ? Jadwalnya ada perubahan dan direvisi menjadi bulan Oktober 2009.

Bayangkan ! Saya sampai lemas. Saya menenangkan diri dan menyakinkan diri bahwa pasti ada jawaban dibalik semua ini. Dan jawaban itu memang muncul dari Pak Wi, ditengah-tengah pelajaran beliau menyampaikan : “ Unconscious itu belajar dengan cara dan waktunya sendiri “

Wow ! Unconscious saya langsung mengirimkan pesan saat itu “ Jadwal tersebut adalah waktu yang tepat buat kamu, Yos “.

Dan yang lebih tidak pernah saya duga, unconscious saya kembali mengatakan “ Nanti sekalian saja sertifikasi di IndoNLP dan Sinergy juga “.

HAH ? BIG HAH !

Segera saya menimpali “ Mang dananya cukup untuk dua sertifikasi ? “

Sang Unconsious menjawab “ Cukup, coba itung deh “

Bener ternyata dana yang saya punya cukup untuk mengikuti sertifikasi di IndoNLP dan Sinergy bahkan masih bisa untuk mengikuti NLP Master Practitioner di Sinergy.

“ Tuhan Maha Pemurah, telah Engkau berikan jalan pada waktu yang tepat untukku “

Siang itu dalam break training saya mantap mendaftarkan diri untuk sertifikasi di IndoNLP. Tinggal berdoa jadwal dari Sinergy tidak bentrok dengan IndoNLP karena Sinergy belum membuat jadwal untuk batch di Jakarta.

Demikian penggembaraan saya menemukan Ilmu Pamungkas yang mulai menyatu dalam diri saya. Kalau di cerita Kho Ping Ho, cerita yang saya sukai “.... sang Guru memindahkan tenaga saktinya dan menurunkan ilmu pamungkas ....” Nanti di hari-hari sertifikasi.

Penggembaraan ini juga mengajarkan saya bahwa “ Murid siap maka Guru pun muncul “ dan “... unconsious belajar dengan cara dan waktu yang tepat ! “

Senin, 04 Mei 2009

Di mana kunci menuju Surga ?











Surga ada di balik pintu itu, kita hanya lupa di mana menaruh kuncinya.


( Kahlil Gibran )

Humor dari Surga !


Anekdot ini baru saya terima dari Siska, biarpun pernah membacanya berkali-kali tetap saja membuat hahahahahaha...... ( atau perlu prihatin ? ? ? )


Ada serombongan manusia yang sedang menunggu masuk di pintu sorga. Mereka dipanggil masuk satu persatu oleh pejabat malaikat yang bertugas di sana.

Di dinding belakang tergantung puluhan jam dinding sebagaimana layaknya yang terlihat di bandara udara saja. Tetapi ada perbedaannya dengan jam yang ada di dunia ini. Kalau jam di dunia menunjukkan posisi waktu yang berbeda-beda untuk berbagai kota tujuan, jam dinding di sorga juga berbeda kecepatan putarannya.

Salah seorang yang agak bingung bertanya kepada malaikat di sana.


"Hi..malaikat, mengapa jam-jam ini putarannya berbeda-beda," tanya manusia tersebut kepada malaikat.

"Oh itu, jam yang tergantung di sana menunjukkan tingkat kejujuran pejabat pemerintah yang ada di dunia sewaktu Anda hidup," jawab sang malaikat.

"Semakin jujur pemerintahan di negara Anda, jam negara Anda di sini semakin lambat. Sebaliknya semakin korup pejabat pemerintah negara Anda, semakin cepat pula jalannya," lanjut sang malaikat.

"Coba lihat," kata seorang yang sedang antri kepada yang lainnya, "jam Philipina berputar kencang. Berarti memang benar Marcos banyak korupsi tuh."

"Itu lagi...itu lagi...!!!!" seru yang lainnya, "Jam Kongo, negaranya Mobutu Seseseko berputar tidak kalah cepat dari jam Philipina."

Mereka semua terlihat asik menikmati perputaran jam-jam tersebut. Tapi mereka mencari-cari, dimana gerangan jam Indonesia. Salah seorang dari mereka memberanikan diri menanyakan kepada malaikat tadi.

"Hi..malaikat, dimanakah gerangan jam Indonesia?" tanya manusia tersebut.

"Oh, jam Indonesia...Kami taruh dibelakang dapur. Sangat cocok dijadikan kipas angin," jawab sang malaikat

Minggu, 03 Mei 2009

Berapakah hutang Ibu karena Anda membantunya ?


Ini adalah mengenai nilai kasih Ibu dari seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.

Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu, si Ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.
Ongkos upah membantu ibu :
1) Membantu Pergi Ke Warung Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar.
Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9 bulan - GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu - GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu - GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu - GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu - GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".

Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya : "Telah Dibayar" ...

Mother is the best super hero in the world.
sumber : internet

Rabu, 22 April 2009

Motivasi : Biarkan Tumbuh dan Besar Dalam Diri Kita !


Suatu saat di dua tahun belakangan, saya merasa membutuhkan motivasi yang lebih besar karena merencanakan suatu pencapaian yang lebih besar. Saya dulu telah memiliki prinsip motivasi itu harus datang dari dalam diri supaya kuat. Motivasi yang datang atau diperoleh dari luar kadang tidak cukup kuat, kadang tidak bertahan lama.

Saya mulai mencari-cari lagi cara untuk menumbuhkan motivasi yang lebih besar. Dalam proses pencarian itu dalam suatu masa saya terjebak dalam kegelisahan karena belum berhasil menemukan cara mendapatkan motivasi yang lebih besar dan lebih penting lagi mempertahankan motivasi yang besar itu sampai berhasil mencapai keberhasilan.

Waktu demi waktu yang terus berjalan menambah kegelisahan. Membaca buku setiap hari, mengikuti training dalam setiap kesempatan untuk terus menumbuhkan motivasi yang lebih besar.

Pada suatu titik saat melakukan kontemplasi melakukan evaluasi dan perjalanan di masa sebelumnya. Masa di mana saya merasakan motivasi dalam diri yang begitu besar. Bekerja dengan semangat tinggi di pagi sampai sore hari, dilanjutkan dengan kuliah malam. Istirahat praktis hanya beberapa jam. Namun semua itu dijalani dengan motivasi tinggi.

Masa itupun tidak ada sesuatu yang khusus dilakukan. Membaca tidak sebanyak sekarang-sekarang ini, trainingpun tidak sesering mungkin. Waktu yang dimiliki lebih banyak sekarang karena telah selesai kuliah.

Apa yang salah ?

Mungkin karena terlalu mencari sesuatu dari luar untuk menumbuhkan motivasi. Akhirnya saya menyadari motivasi itu sudah ada dalam diri sendiri. Kondisi saat ini yang begitu baik semestinya telah menjadi motivasi untuk melangkah dengan yakin.

Kesehatan yang prima. Lingkungan yang menyenangkan. Dukungan keluarga dalam segala kondisi. Pekerjaan dengan karir yang baik. Negara yang relatif kondusif. Akses informasi yang mudah. Kesempatan yang terbuka luas.

Semuanya dapat menjadi modal menumbuhkan motivasi yang lebih tinggi.

Senin, 20 April 2009

KITA ADALAH KARUNIA TUHAN YANG ISTIMEWA !


Di minggu menjelang siang, seorang sahabat sempat mengatakan “ Ada orang-orang yang sulit maju karena otaknya terbatas “ dalam diskusi dengan sahabat lain tentang pencapaian prestasi kerja.

Saya tercengang dengan pendapat tersebut dan segera memotong. Mereka lupa tentang ciptaan Tuhan yang luar biasa : Hee Ah Lee, seorang "The Four Fingered Pianist" dari Korea yang lahir dengan cacat otak dan fisik.

Hee Ah Lee lahir 22 tahun yang lalu dengan tangan yang hanya memiliki 2 jari di masing-masing tangannya. Kakinya hanya sampai sebatas lutut. Bahkan otaknya memiliki gangguan syaraf sehingga mengalami keterbelakangan mental. Betapa penderitaan yang besar.

Namun dengan cinta dan kasih sayang yang luar biasa dari sang Ibu, Hee Ah Lee dapat mengatasi kekurangannya dan menjadi pianis dunia. Suatu prestasi yang istimewa mengingat memainkan piano dengan lagu klasik bagi orang yang bertangan lengkap pun bukan hal yang mudah. Bahkan berkeliling dunia melakukan tour dan membawanya sampai di Gedung Putih, Amerika.

Hee Ah Lee membuktikan dengan fisik yang cacat, otak terbatas bahkan mental terbelakang mampu mencapai prestasi yang istimewa. Bagaimana dengan orang-orang yang mendapat anugerah fisik yang sempurna dan kecerdasan otak yang baik ?

Di Indonesia kita memiliki Patricia Saerang, seorang pelukis yang melukis dengan kakinya dan mulutnya karena lahir tanpa tangan. Bukan sekedar melukis tapi menghasilkan lukisan dengan nilai seni yang tinggi.

Ada Andi Wibowo yang menderita down syndrome namun memiliki kemampuan melukis dengan 2 tangan berbarengan. Ada Kharisma Rizki, penderita autis berumur 10 tahun yang mampu menghafal 250 lagu dan menirukan pidato para tokoh dengan persis.

Mereka membuktikan dan memberikan inspirasi bahwa tidak perlu lagi berdalih bahwa otak tidak pintar untuk menghindari pencapaian prestasi yang tinggi. Pun kecacatan tidak dapat membatasi diri untuk mencapai bintang di langit. Melainkan segenap karunia Tuhan untuk melakukan yang terbaik buat diri sendiri, keluarga dan orang lain.

Sabtu, 06 September 2008

Training Train the Trainers - R.H. Wiwoho








Hari Jum'at dan Sabtu barusan gue senang banget mendapat kesempatan training di INDONLP. Bapak R. H. Wiwoho atau biasa dipanggil Pak Wi adalah founder dari INDONLP, pelopor NLP di Indonesia.

Pak Wi adalah trainer favorit yang gue kagumi. Training ini dilaksankan di The Belleza Permata Hijau Lantai 8 yang juga menjadi kantor INDONLP.

Selaku edukator dalam memberikan pelatihan Pak Wi memastikan ilmu yang diberikan diterima dengan baik oleh peserta. Banyak humor yang disampaikan sehingga pelatihan menjadi mudah dipahami.

Salah satu yang saya sukai dari cara pengajaran Pak Wi adalah penggunaan metafora. Ini salah salah metafora yang Pak Wi ceritakan dalam training kemarin untuk menghadapi berbagai pandangan orang terhadap kita.

Alkisah pada jaman belum ada kendaraan bermotor, mobil atau motor, orang-orang menggunakan kuda sebagai transportasi pada jaman itu.

Ada seorang Pak Tani yang memiliki kuda tua, sementara kebutuhannya menuntut untuk menggunakan kuda yang masih muda dan kuat. Pak Tani berniat menjual kuda tua tersebut dan membeli kuda muda dengan menambah uang.

Tempat penjualan kuda tersebut jauh dan harus melewati beberapa desa untuk sampai di tempat tersebut. Maka Pak Tani berangkat untuk menjual kuda tuanya bersama anaknya yang masih kecil dengan menungangi kuda tuanya.

Melewati desa pertama, penduduk di sana melihat Pak Tani dan anaknya bersama-sama menunggang kuda tua. Orang di desa itu mengatakan " Dasar kejam, kuda sudah tua masih ditunggangi berdua !"

Mendengar kata orang itu, Pak Tani turun dan meneruskan perjalanan berikutnya dengan anaknya yang masih kecil menunggangi kudanya.

Di desa kedua, orang mengatakan "Anak kurang ajar, enak-enak naik kuda Bapaknya dibiarkan jalan kaki !" Akhirnya Pak Tani menurunkan anaknya untuk berjalan kaki dan dia sendiri menaiki kuda meneruskan perjalanan.

Sesampainya di desa ketiga, Pak Tani disambut dengan pandangan heran dan mendengar orang berkata "Bapak gak tau diri, naik kuda sendiri sementara anaknya jalan kaki " Kembali Pak Tani turun dan bersama anaknya berjalan kaki dengan menuntun kuda.

Mendekati desa berikutnya, Pak Tani dan anaknya disambut dengan perkataan "Bapak dan anak yang bodoh, punya kuda kok jalan kaki !" Jengkel mendengar omongan orang tersebut, Pak Tani mengangkat kuda tuanya dan memanggulnya menuju tempat penjualan kuda.

Sampai di tempat penjualan kuda, tukang penjual kuda berkata kepada Pak Tani " Bapak gila ya, mau-maunya mengangkat kuda sampai di sini ! ! ! "

Ayo, pusing kan mau denger yang mana ?

Pesan metafora tersebut : apapun yang kita lakukan akan dipandang salah oleh orang lain. Kitalah yang tahu alasan kita melakukan sesuatu.

Jumat, 01 Agustus 2008

I sail over seven seas - Gina T.


Day by day I miss you so

You have to go my love

Where a ship so far away

You don't tell that will return

Before the autumn comes

Everyday I dream of you



In my dream a little seagulls

Flying through the darkest night

Searching for some teardrops in the wind

With the ship of lonely loveless

I sail over seven seas

Try to find the captain of my heart



I sail over seven seas

To find to your heart

I sail through the darkest night

I sail to your heart

I sail over seven seas

To find to your heart

I sail with the winter night

Oh... alone in the dark



I don't fear the stormy night

And night don't feel too cold

All because I miss you so

In the distance I can see

The island of my home

Oh... I like to be with you




Rabu, 23 Juli 2008

Bara Di Sudut Hati !




Seminggu terakhir ini ada dua acara TV membuat saya kepikiran. Kategorinya reality show dengan nama Termehek-mehek ( Trans TV ) dan Backstreet ( SCTV ). Yang pengen saya bahas bukan acaranya tapi adegan di episode yang saya tonton dan membuat saya berpikir jauh.

Pada tayangan Termehek-mehek menceritakan cowok yang menjadi klien tim Termehek-mehek meminta untuk menemukan mantan ceweknya. Si cowok yang awalnya mengaku sebagai sales property pada tim Termehek-mehek ternyata sopir di perusahaan property.

Si cowok ini meninggalkan ceweknya dalam kondisi hamil. Tim Termehek-mehek yang berhasil menemukan ceweknya dan telah melahirkan puterinya. Tim Termehek-mehek akhirnya mengajak cowok itu untuk menemui ceweknya.

Sampai dekat rumah si cewek, cowok itu sempat ragu karena ternyata takut menghadapi orang tua cewek. Kemungkinan besar hubungan mereka dari awal tidak direstui orang tua si cewek.

Tim Termehek-mehek ( ada dua orang, cowok dan cewek, saya suka lupa nama ) menyakinkan si cowok untuk menemui cewek dan keluarganya. Tujuan cowok ini mencari ceweknya untuk bertanggung jawab atas perbuatannya.

Ketika si cowok dan Tim Termehek-mehek sampai di depan rumah si cewek pas ibu dan bapak si cewek ada di depan rumah. Begitu mengetahui yang datang cowok, kalau gak salah namanya Yanto, si Ibu langsung marah.

Begitu juga dengan si Bapak yang baru kemudian menyadari siapa yang datang, langsung emosi. Si ibu kontan memaki-maki mengusir Yanto, bahkan si bapak mengangkat kursi untuk membanting Yanto.

Yanto yang sempat mundur dan Tim Termehek-mehek juga mencoba melerai. Bahkan sempat mau lari karena ketakutan, namun dipaksa oleh Tim Termehek-mehek untuk menunjukkan kesungguhan Yanto bertanggung-jawab.

Akhirnya Yanto memberanikan diri untuk kembali bertemu orang tua si cewek. Yanto bersujud untuk di kaki si bapak untuk meminta ampun namun disambut dengan tamparan keras di wajah Yanto. Pukulan demi pukulan sempat dilayangkan si bapak sebelum sempat diselamatkan oleh Tim Termehek-Mehek.

Tim Termehek-mehek akhirnya berhasil membujuk si bapak ibu untuk berbicara tanpa Y
Yanto dan kamera. Singkat cerita episode ini, orang tua cewek memberikan foto putri Yanto dengan permintaan pergi jauh-jauh dari kehidupan mereka. Yanto yang menerima foto tersebut hanya bisa terduduk dan meratap di tanah.


Sekarang saya ingin cerita episode di Backtreet. Ceritanya dua cewek kakak beradik yang masih sekolah di SMU (lupa lagi namanya gak terlalu perhatiin) mencurigai cowok kakak mereka selingkuh. Al, cowok kakak mereka yang bernama Iie tertangkap oleh dua cewek ini jalan dengan cewek lain.

Dua cewek ini meminta Tim Backstreet untuk membantu mereka membuktikan perselingkuhan Al. Akhirnya dua cewek ini dan Tim Backstreet ini menemui Al di tempatnya latihan futsal.

Kedua cewek menuntut jawaban dan memojokkan Al. Bahkan Al yang menolak tuduhan kedua cewek ini sempat ditampar oleh salah satu cewek adiknya Iie. Akhirnya Al pergi meninggalkan kedua cewek dan Tim Backstreet.

Kedua cewek akhirnya meminta kakak mereka Iie untuk bertemu dan menyampaikan perselingkuhan cowoknya. Iie yang akhirnya bertemu kedua adik dan Tim Backstreet menyatakan tidak percaya Al selingkuh.

Salah satu adik Iie yang ngotot memaksa Iie percaya malah bertengkar dan membuat Iie emosi. Akibatnya Iie menampar adiknya.

Pada akhirnya Al dan cewek yang dituduh selingkuhannya bertemu Iie dan kedua adiknya. Adegan sebelumnya Iie, kedua adiknya dan Tim Backstreet bertemu Al dan cewek selingkuhan. Namun di pertemuan awal itu, Iie yang emosi ke Al dan membuang cincin yang diberikan Al, mungkin karena cemburu Al datang dengan cewek lain. Penjelasan bahwa cewek itu adalah sepupu Al tidak diterima Iie.

Di pertemuan kedua ini, Al dan sepupu meminta bantuan Manajer cafe tempat mereka semua bertemu. Manajer cafe tersebut menerangkan bahwa cewek itu benar sepupunya Al dan teman si Manajer cafe.

Al sedang membuat surprise party dengan bantuan sepupu dan teman Manajernya itu. Episode happy ending dengan adik-adik Iie meminta maaf kepada Al, Iie baikan dengan adik-adiknya dan Iie menerima cincin Al kembali.

Mana yang membuat saya kepikiran ?

Pada episode Termehek-mehek, adegan si bapak menampar dan memukul Yanto. Sedangkan episode Backstreet, adegan adik Iie menampar Al dan Iie menampar adiknya.

Wah ... wah ... wah ! Ada ada dengan dunia ini ?

Saya mau mencoba berasumsi alasan-alasan yang memungkinkan kekerasan seperti itu terjadi. Sekedar mencoba berandai-andai juga barangkali !
Untuk kasus Yanto, kira-kira apa yang memicu kekerasan dari si Bapak ? Kemarahan karena kemalangan yang menimpa anaknya ? Kemarahan yang mengendap lama dan menjadi dendam.
Dendam yang harus dipuaskan dan dibalaskan ? Adakah penyesalan si Bapak setelah melakukannya ? Hanya si Bapak yang tau persis.

Kamis, 26 Juni 2008

Cintaku Di Rumah Buku !



Pagi ini saya membaca tulisan Mas Nur Mursidi di salah satu blognya, Etalase. Judulnya tidur berbantal buku. Mas Nur ini seorang penulis cerpen, esai, opini, resensi buku dan film. Anda dapat menemui karya-karyanya di beberapa media seperti majalah Anggun, Jurnal Nasional, Koran Seputar Indonesia, Suara Karya dan banyak lagi media lainnya.

Tulisan tidur berbantal buku membuat saya terinpirasi menuliskan kecintaan saya terhadap buku. Berikut saya menuliskannya....

Alkisah dimulai ketika saya berumur beberapa bulan, ketika ritual bayi menginjak tanah.

Pada ritual tersebut sang bayi, saya sendiri hehehehe… dikurung dalam kurungan ayam dan di luar kurungan diletakkan beberapa benda. Antara lain diletakkan mainan, uang, pensil dan buku. Ketika dibuka sang bayi akan merangkak menuju benda-benda tersebut dan diyakini benda-benda tersebut di kemudian hari adalah petunjuk masa depannya.

Waktu itu saya mengambil buku dan pensil. Saya mengetahuinya setelah umur beberapa tahun dari cerita Mama. Buat saya, ritual tersebut sampai dua puluhan ke depannya hanyalah sekedar ritual adanya. Tanpa arti apalagi menyakininya !

Semasa sekolah saya memang hobi membaca bahkan menjadi kutu buku mendekati gila buku. Seingat saya seputaran di kelas 3 SD saya senang membaca komik dan buku cerita seperti Lima Sekawan, Trio Detektif. Anda yang tahu bacaan tersebut pasti bisa menebak masanya hehehehe…. Saya melalap habis komik-komik seperti Mahabharata, Bharata Yudha dan pecahan-pecahan komiknya.

Saya beruntung walaupun orang tua saya tidak mampu memberikan buku-buku, termasuk buku-buku pelajaran sekolah. Beruntungnya saya, sekolah saya memiliki perpustakaan yang meminjamkan buku-buku pelajaran sekolah selama 1 (satu) tahun. Di luar itu juga perpustakaan sekolah koleksi buku-buku cerita dan komik yang lengkap.

Keberuntungan lain, di kampung saya tinggal ada satu perpustakaan milik PT Timah dan dua penyewaan buku milik perorangan. Biaya sewa buku di tempat tersebut sangat murah. Saya biasanya mengumpulkan uang jajan yang sampai saya sekolah di SMU sebesar 100 perak sehari untuk meminjam komik dan buku cerita.

Papa saya cuma seorang penjaga gudang yang telah bekerja 20 tahunan sejak beliau bujangan sampai tahun 1991 cuma bergaji 75 ribu sebulan. Gaji tersebut hanya cukup untuk biaya hidup kami sekeluarga 4 orang. Makan hanya ditemani nasi dan kerupuk menjadi menu yang umum.

Saya mengenal koran dari gudang tempat Papa bekerja. Biasanya 2 atau 3 bulan sekali, kapal pengangkut barang mendatangkan koran-koran bekas dari Jakarta. Koran-koran bekas itu dijual oleh Bos Papa ke pasar-pasar atau toko-toko untuk pembungkus barang belanja. Begitu datang koran-korang bekas yang jumlahnya berton-ton mengisi gudang tempat Papa bekerja.

Kalau sudah begitu biasanya pada sore hari sebelum Papa pulang, saya bersama adik akan ke gudang. Memilih-milih koran-koran bekas untuk dibaca. Koran-koran yang dipilih tidak ada yang kami ambil double dan setelah kami menghadap Om Kepala Gudang untuk memintanya. Melihat wajah anak kecil dengan mata berbinar-binar memelas, Om Kepala Gudang dengan tulus mengijinkan kami membawanya pulang. Dari koran-koran bekas itu, saya mengenal serial komik Si Mimin, tentang anak Negro dan Mamanya yang lucu.

Kegilaan saya terhadap buku bertambah menginjak umur belasan ketika bersekolah di SMP. Ketika suatu hari seorang teman meminjamkan cerita silat Kho Ping Ho dan sejak itu semua cersil Kho Ping Ho tidak ada yang lolos dari mata. Akibatnya di kelas 3 SMP, penglihatan saya ketika diperiksa harus menggunakan kacamata minus 1.

Setamat SMA, kami melakukan bedol keluarga migrasi ke Jakarta untuk memperbaiki kehidupan. Rencananya apabila dalam setahun apabila tidak ada tanda-tanda kehidupan buat kami di Ibu Kota ini, kami akan balik kanan ke kampung.

Mama memiliki kakak laki-laki dan adik perempuannya yang telah mendahului merantau di Jakarta. Tante saya menampung kami di rumahnya saat datang di Jakarta. Tuhan memberikan karunianya kepada Papa yang diterima bekerja di sebuah perusahaan. Sementara Mama membantu pekerjaan rumah Tante dan adik saya baru masuk kelas 1 SMP.

Saya sendiri memilih untuk mencari pekerjaan daripada menerima tawaran dibiayai kuliah oleh Om, kakaknya Mama. Tidak mau berhutang budi dan keluarga kami membutuhkan penghasilan secepatnya, pikir saya waktu itu.

Sembari mencari pekerjaan, saya membantu di toko kelontong milik Tante. Tugas saya melayani pembeli minyak, terigu, mie, gula dan rokok yang menjadi komoditas utama dagangan di toko. Memasukkan minyak kalengan dari truk supplier ke gudang juga menjadi rutinitas selain menakar minyak, gula dan mie menjadi kilo-kiloan per bungkusnya.

Pernah juga diterima bekerja di toko elektronik di Glodok yang kuat sampai 3 bulan saja karena istri si bos super bawel untuk ukuran saya yang saat itu berumur 18 tahun. Sempat bekerja sebagai sales panci selama 3 bulan. Berhenti karena selama itu cuma berhasil menjual 1 panci teflon, itupun sudah sampai memohon-mohon merayu seorang Guru SD di daerah Tanjung Priok. Saya tahu persis beliau membelinya karena kasihan daripada membutuhkannya.

Sore sepulang dari kerja menjajakan panci, saya menyempatkan diri kursus komputer 3 bulanan. Waktu itu masanya wordstar, lotus dan dbase. Masih mencoba menebak generasinya .... hehehehe

Selesai kursus 3 bulanan dengan hasil ujian mendapatkan beasiswa setahun penuh untuk kursus programmer. Selama masa kepindahan dari kampung ini sampai masa ini, kebiasaan membaca saya entah ke mana. Saya tidak mengambil beasiswa tersebut karena berbarengan dengan kebahagiaan yang begitu besarnya, saya diterima bekerja di sebuah perusahaan.

Saya masih tinggal di rumah Tante di bilangan Kemayoran yang memang cukup besar menampung kami sekeluarga. Sementara saya bekerja di ujung utara Jakarta, daerah Marunda – Cilincing. Saya perlu menempuh 2 terminal untuk sampai di tempat kerja, terminal Senen dan Tanjung Priok.

Setelah perjalanan dari Tanjung Priok menuju Cilincing, kurang lebih hampir satu jam saya meneruskan dengan jalan kaki sejauh 2 kilo karena menghemat ongkos daripada naik ojek. Di perusahaan yang membesarkan saya mulai dari seorang staff, saya bekerja di sana selama 8 tahunan.

Saya memulai pekerjaan di sana sebagai staff penggajian dan pekerjaan di masa itu dikerjakan tanpa sistem komputer. Tidak seperti sekarang, perusahaan-perusahaan sudah menggunakan Sistem Payroll bahkan yang sudah terintergrasi dengan Human Resource Information System.

Saat itu data absensi dihitung manual dan dibuatkan laporannya menggunakan Lotus, Anda mengenal versi sekarang sebagai Microsoft Excel. Pekerjaan dengan cara seperti itu membutuhkan waktu yang lama, belum lagi kalau ditengah memasukkan data tiba-tiba listrik mati. Bisa bayangkan data gaji untuk karyawan mencapai 1.000 orang hilang dan harus di-entry ulang. Saya pernah sampai mesti minum obat sakit kepala sampai 4 butir sekali telan.

Kondisi begitu membuat saya memutar otak karena Departemen EDP ( Anda mengenalnya sebagai Departemen IT saat ini ) sedang sibuk mengembangkan sistem untuk produksi dan logistik. Karena itu kebutuhan bagian penggajian untuk dibuatkan sistem tidak menjadi prioritas.

Kenapa tidak membuatnya sendiri ? Itu yang muncul di pikiran saya dan menimbulkan penyesalan karena menolak beasiswa programmer di tempat saya kursus. Nasi sudah dimakan, eh menjadi bubur.... Menyesalpun percuma.

Saya bertekad untuk mencari solusi sendiri untuk sistem penggajian itu. Yang terpikir ada 2 cara belajar sendiri membuat aplikasinya dan atau kursus programming lagi. Cara yang terakhir terpaksa harus ditinggalkan karena belum punya dana.

Membuat sendiri ? Tanpa kursus dan dengan sedikit dasar pemograman yang saya pelajari, cara termudah untuk membuatnya adalah belajar dari buku autodidak. Semangat membara. dan tekad baja muncul untuk mengalahkan 4 butir obat sakit kepala.

Uang gaji saya hanya cukup ongkos tranportasi dari rumah ke tempat kerja setelah sisanya diberikan ke Mama untuk biaya hidup kami sehari-hari. Untungnya pabrik tempat saya bekerja menyediakan makan di kantin sehingga saya tidak perlu mengeluarkan uang makan.

Saya membutuhkan buku ! Membeli ? Tidak mungkin ! Dua kilo perjalanan ke tempat kerja yang terakhir saja, saya harus jalan kaki untuk menghemat. Bagaimana mungkin ?
Hmmmmmm, ya Tuhan !

Toko buku ! Itu yang saya butuhkan. Di daerah Kwitang, ada Toko Buku Gunung Agung. Hampir setiap hari sepulang kerja, sesampainya di terminal Senen saya berjalan kaki menuju Toko Buku Gunung Agung. Masa itu belum ada Mal Atrium.

Di Gunung Agung, satu-satu counter tempat incaran saya adalah counter buku komputer. Dengan membawa kertas terlipat dan bolpoin untuk mencatat hal-hal penting dari buku programming. Saya belum mampu membeli buku-bukunya.

Biasanya saya akan sampai di Gunung Agung sehabis magrib. Berada di counter buku komputer sambil kucing-kucingan dengan karyawannya. Sesekali mereka memandang dengan bola mata yang membengkak. Seringkali juga ditegur karena membaca sambil jongkok karena cape berdiri.

Rutin membaca gratis kurang lebih 2 jam per kunjungan, pulangnya dari Kwitang ke Kemayoran saya kembali jalan kaki. Begitu sampai sekian masa, saya berhasil membuat program sederhana untuk penggajian menggunakan Foxbase yang sudah lebih maju dibanding Dbase masa itu. Modal dengkul ! Saya sangat menghayati arti kata yang ini dengan mengalami sendiri, modal dengkul !

Modal dengkul itu memberikan berkah bagi saya : kenaikan gaji dan promosi menjadi Kepala Bagian Penggajian membawahi 3 staf.


Bersambung.......



Pembaca Nomor :

Twitter