Senin, 06 April 2009

Bersyukur !


Tulisan ini untuk mengingatkan diri sendiri untuk selalu bersyukur. Dalam buku The Secret, rasa syukur bahkan memberikan manfaat penyembuhan ( self healing ). Bersyukur setiap waktu semakin sering semakin banyak semakin baik. Dari sudut Law of Attraction juga akan mendorong bekerjanya daya tarik secara optimal.

Setiap pagi, begitu terbangun yang diingat adalah rasa syukur dan berterima kasih kepada Sang Pencipta. Mengucap syukur di pagi hari merasakan nafas lega diiringi kesadaran badan yang sehat. Bangun di ranjang yang empuk dan mandi segarnya air.

Mengawali hari dengan rasa syukur akan mengundang damai dan bahagia selama menjalankan aktivitas sepanjang hari. Demikian juga dengan abundance atau keberlimpahan akan mendatangi diri kita.

Begitu besar rahmat dan berkat yang diberikan Sang Pencipta setiap saat. Kebahagiaan yang luar biasa !


Terima kasih, Tuhan ....

K A N G E N ! ! !

























Sejak mutasi 1 April 2009, ke site lain meninggalkan keluarga tersayang : Bu Lelly, emak tersayang - Teteh, Bu Sur, dokter Meily, Mas Pri, 'Bang Tigor' Tunggul, Awit 'welas', Mala, Ugih, Bu Maria, Tasia, Mbak Eni, Shelly, Mbak Tri, Lyza (rd) ....

Kangen banget EUY ! ! ! ! Palagi ma Emak gue, Teteh tersayang .....

Perilaku Menghalangi Oleh Pengendara Di Jalan


Guru saya, Pak Ronny F. Ronodirdjo di web-nya lingkarloa ( loa = law of attraction ) pernah membahas scarcity mentality pada pengendara di jalan, baik sepeda motor, mobil pribadi dari mobil biasa sampai mobil mewah, angkutan umum seperti angkot, metromini, bus sampai trans-Jakarta.

Pak Ronny F. Ronodirdjo menulis “ Scarcity mentality / felling of lack adalah suatu situasi dimana seseorang merasa berkekurangan, merasa takut untuk tidak mendapatkan (tidak kebagian), merasa takut berbagi (sehingga menjadi pelit), merasa sulit untuk percaya bahwa ada cukup banyak sumberdaya di muka bumi (alam semesta ini berkekurangan, semua adalah langka). “

Para pengendara dengan scarcity mentality tidak ikhlas memberikan jalan yang ingin pindah jalur atau belok dengan mendahului. Mungkin mereka merasa sudah antri ada kendaraan yang menyerobot mendahului, ditambah lagi jalanan jakarta yang kalau sudah macet bisa membuat pengendara jadi naik darah.

Pengamatan saya selama setahun terakhir ini malah lebih parah dari scarcity mentality. Coba perhatikan kalau sedang dalam kendaraan, ada kendaraan yang sengaja berjalan lambat menghambat atau menghalangi kendaraan di belakangnya padahal jalan di depannya kosong. Hal ini terjadi baik di jalan biasa maupun jalan tol.


Yang menggelikan ada kendaraan penghambat seperti itu ada marah kalau didahului, mereka dengan sengaja menyalakan lampu ‘tembak’ atau membunyikan klakson. Ajaib kan ? Apalagi kalau kendaraan yang dibelakangnya memberi tanda untuk mendahului, mereka yang lebih marah dan membuat tingkah-tingkah berlebihan untuk menghalang-halangi kendaraan lain.

Kalau sudah ketemu pengendara yang seperti itu memang menjengkelkan, namun pengendara tersebut dapat kita jadikan ujian seberapa besar abundance mentality dalam diri kita. Bahwa kita merasa alam semesta ini begitu berkelimpahan sehingga kita juga semakin berkelimpahan dengan mengikhlaskan para pengendara tersebut.

Di sisi lain, sebenarnya para pengendara dengan mental penghambat tersebut perlu dikasihani. Mengapa ? Kemungkinan besar mereka tidak tahu bekerjanya law of attraction. Dengan mental menghambat atau menghalangi tersebut justru mereka menarik/attract hambatan-hambatan yang semakin besar kepada diri mereka. Hidup mereka akan dipenuhi dengan hambatan-hambatan dan lebih kasihannya adalah kalau perilaku mereka sampai menghambat rejeki mereka.

Selasa, 24 Februari 2009

Iklan-iklan ( tidak ) cerdas parpol !


Tidak terasa beberapa waktu lagi Indonesia akan melaksanakan pemilu, tepatnya 9 April 2009. Bicara pemilu tidak lepas dari parpol dan sekarang musimnya iklan-iklan parpol. Iklan parpol yang telah muncul mungkin telah dirancang dengan cerdas, bahkan dibuat oleh production house terkenal. Belum lagi bicara biayanya yang pasti juga 'cerdas'.

Ketika melihat tayangan iklannya di media, entah media TV, koran atau radio isinya sungguh tidak cerdas. Pejabat-pejabat pemerintah yang menjadi aktor dalam iklan tersebut saling mengklaim keberhasilan masing-masing parpol di pemerintahan.

Yang satu mengklaim turun naiknya keberhasilan ( membenarkan analogi yoyo ? ), yang satu mengklaim keberhasilan perdamaian di Aceh, yang lain mengklaim keberhasilan bidang pertanian dan lain lain. Iklan-iklan yang masih membutuhkan data yang lebih akurat dan valid sehingga lebih mencerdaskan rakyat. Lebih jauh hanya akan menjadi kelompok iklan sabun cuci dengan harga seribu rupiah yang kualitasnya lebih mudah dibuktikan.

Bukankah elite parpol yang menjadi pejabat pemerintah negeri ini harus meninggalkan identitas parpolnya sehingga keberhasilan dan kegagalan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah ?

Tidakkah keberhasilan menyelesaikan kepentingan besar bangsa ini memang harus menjadi tugas pokok pemerintah ( bukan malah menjadi sekedar klaim parpol ) ?

Ada teman yang menjawab " Idealnya harus begitu, prakteknya ? NOL BESAR ! "

Terlepas hiruk pikuk kehebohan menjelang pemilu, yang penting 9 April 2009 menikmati liburnya. Mana libur panjang di akhir minggu nanti, semoga tidak hujan... ga becek... ga perlu cari ojeeeeek hahahahahaha !

Selasa, 27 Januari 2009

Gong Xi Fa Cai 2560



Selamat merayakan Imlek 2560 !




Semoga mendapat berkah kesehatan, kebahagiaan dan rejeki berlimpah sepanjang masa !

Pembaca Nomor :

Twitter