Sabtu, 30 Agustus 2008

review HIS WEDDING ORGANIZER - RETNI SB


Judul buku : HIS WEDDING ORGANIZER

Pengarang : RETNI SB

Penerbit : GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

Cetakan : PERTAMA, JUNI 2008

Tebal buku : 272 halaman

Harga : Rp 0 ,- ( hadiah dari Mbak Ike - GPU )


Ini adalah buku terbaru karya Retni SB. Ini kali hadir dengan cover putih membayangkan gaun pengantin dan gambar wedding cake warna pink berikut judul His Wedding Organizer . Judul dan design cover yang attraktif.

Masih tetap menggunakan gaya bahasa dan tata kalimat yang mengalir lancar sehingga tak terasa membaca berlembar-lembar dari awal sampai akhir. Dinamika ceritanya juga benar-benar mengajak pembacanya masuk ke dalam cerita yang berjalan.

Setidaknya gue mencatat 4 babak klimaks dalam novel ini yang berlangsung tegang namun seru. Sok tau ya gue wakakakakaka ! Ikuti cerita cinta dalam dinamika persoalannya juga. Kaya dengan tokoh yang berkarakter kuat.

Babak pertama. Pemeran utama wanita : Harsya Utami. Pemilik Tiara Puspa, wedding organizer yang berusia empat tahun Semarang namun cukup banyak pengalaman menangani pesta pernikahan. Dari mulai yang simpel dengan undangan hanya untuk kalangan terbatas, sampai resepsi mewah dengan ribuan undangan. Umumnya sukses.

Ini kali diminta mengurus pernikahan Karin, sahabatnya waktu SMA. Harsya dan Karin masuk dalam geng yang berlabel CHIC, Cewek Heboh Impian Cowok. Masih ada Umang, Tirsa dan Sonia di dalamnya.

Dan masa SMA pernah terjadi sumpah darah di antara anggota geng, sumpah darah. “Kami bersumpah, jika pada masa yang akan datang ternyata Karin menikah paling dulu, dengan sukarela dan tulus ikhlas, kami akan memakai kostum peri berbikini pada saat resepsi pernikahannya. Kalau kami ingkar, kami rela jadi perawan tua sampai mati!” Begitu bunyi sumpahnya.

Ternyata Karin-lah yang bakal menikah duluan dan menagih janji sahabat-sahabatnya. Karin menginginkan konsep pernikahan dengan setting The Little Mermaid. Namun yang membuat gila bukan sumpah darah, bukan juga setting The Little Mermaid. Figo Aryawiguna, calon suami Karin adalah pacar Harsya. Wah !

Harsya harus mengurus pernikahan pacarnya sendiri dengan sahabatnya. Cuma selingkuhan ! ? ! ? !

Babak kedua. Pemeran utama pria : Adra. Cowok blasteran Padang – Tionghoa – Turki, fotografer profesional yang juga pemegang saham Tiara Puspa selain Harsya ditambah Tante Lani, Jose dan Pak Bondan.

Tiga hari menjelang hari H, Karin menelepon. Dia menawarkan kesepakatan baru. Katanya, Harsya, Sonia, Tirsa dan Umang, tidak perlu pakai bikini dan sayap peri dan terbebas dari kutukan jika bisa membawa calon suami pada pestanya.

Kesepakatan tesebut membuat Harsya menjadikan Adra sebagai ‘calon suami’, korban konyol. Sandiwara tersebut menimbulkan bencana. Pertemuan Adra-Harsya di malam pernikahan Karin dengan orang tua Adra membuat Ibu Adra menelpon Mama Hasya. JEGERR !

Kelanjutannya, Mama Harsya yang datang dari Medan setelah pindah dari Semarang mengundang makan malam keluarga Adra. Adra menanggapi dengan serius dan duduk persis berhadapan dengan Papa dan Bapak Adra. “ Oom, kapan Oom siap ngelepas Harsya untuk saya ?” tanya Adra tiba-tiba.

Babak ketiga. Setelah hampir berhasil melenyapkan sosok Figo dan telah menjadi pacar resmi Adra, tanpa sengaja Harsya bertemu lagi dengan Figodi sebuah toko jam di mal.

Bencana lain akan timbul lagi dimulai dari mengiyakan permintaan ngopi bareng-nya Figo. Hanya keledai tolol yang bisa terperangkap dua kali pada jebakan yang sama. Sampai pertemuan demi pertemuan terjadi di antara mereka. Awalnya seperti kebetulan . Tapi makin lama memang disengaja. Disempat-sempatkan.

Akhirnya perselingkuhan itu tertangkap basah oleh Adra dan meninggalkan Harsya dengan sakit hati. Bagaimana dengan Karin yang mencium perselingkuhan suaminya.Lalu tiba-tiba Karin tertawa. “Ah, aku memang bego ya ? Bayangin aku minta kamu supaya nyelidikin selingkuan-nya Figo itu ! Dan bisa-bisanya kamu bilang sanggup.....”

Babak terakhir. Tapi sebelum semuanya terlambat, sebelum janur kuning melengkung dan tenda biru terpasang, Adra harus tau bahwa Harsya lebih mencintainya setengah mati.

Karena cinta. Pada Adra.
Aku harus memperjuangkan cintaku....
Aku harus memperjuangkan hidupku....
Aku harus memenangkan cintanya lagi.....
Dia yang terbaik bagiku....

Ikuti selanjutnya : penolakan Adra . Perjuangan cinta Harsya sampai menjelajah ke Taman Nasional Betung Kerihun di pedalaman Kalimantan sana. Akankah berhasil ?









8 komentar:

Ika Nuri mengatakan...

Mantab, makin matang :)

Aku tuuggu jadwal peminjaman bukunya, he he he.

Yosandy Lip San mengatakan...

Jangan matang ah ....
Kayak buah kalo dah matang dikit lagi busuk ....
Masih jauh juga dari para penulis yang biasa nulis resensi buku ...
Kalau buku dah bisa dipinjam kok ...

Ika Nuri mengatakan...

Kalau untuk ukuruan newbie penulis, sudah oke. Sudah berhasil membuat orang lain penasaran setelah membaca resensimu, itu bagus banget. :)

Yosandy Lip San mengatakan...

kok tau ya tipe review nya mang sengaja bikin penasaran yang baca biar beli bukunya....
Jadi staff promo-nya penerbit ama penulis ya hehehehehe
Kalau format tulisannya sih ala kadarnya dan ala maunya-gue wakakakaka

Ika Nuri mengatakan...

Karena apa adanya, makanya jadi menarik. Ga perlu pakai kata yang susah-susah, yang penting tersampaikan pesannya.

Ilmunya pakai KISMI (Keep It Simple Make it Interest), cieee.... (gaya banget gue).

rina mengatakan...

Tuh kan betul, gaya resensi kamu oke kok. Bener kata temen kamu ika itu =) soalnya, begitu baca resensi kamu, seriously, aku jadi pingin cari bukunya retni itu. Nanti deh, kalau udah sempat. sekarang lagi mau baca metropop yang judulnya xx (?) kalau nggak salah. Pernah baca Yos, buku ini?

Yosandy Lip San mengatakan...

waduh K ma Rina neh kuping gak selebar kuping gajah ke-GR-an hehehe....
Rin, gue belakangan ini jarang baca non fiksi... jadi belum baca juga :)

dun!4 3l!s mengatakan...

Good job!! Tp sayank bgt,,tmen2 q yg meresensi novel tuch cuma copy paste z........

Pembaca Nomor :

Twitter